senin, 13 April 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh melaksanakan survei registrasi Museum Indrapurwa sebagai langkah nyata memastikan pengelolaan museum yang lebih profesional dan berdampak.

Dipimpin oleh kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Piet Rusdi bersama tim, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menguatkan peran museum sebagai ruang edukasi, riset, sekaligus destinasi wisata budaya.

Mengusung nama Indrapurwa, yang merefleksikan jejak peradaban dan kejayaan masa lalu, museum ini menghadirkan koleksi autentik dari peninggalan prasejarah, artefak kerajaan, hingga dinamika sosial budaya masyarakat.

Bersama pengelola yang dipimpin Saifullah, langkah ini menjadi komitmen bersama agar museum tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menghidupkannya bagi generasi hari ini.

‘karena menjaga sejarah, berarti menjaga jati diri”

Leave a comment